Sejarah Lahirnya Diriku

Dahulu kala, ada sebuah rumah di kawasan Semarang bawah yang dihuni oleh kakek-nenek, ortu dan 3 orang anakny. Mereka sangatlah harmonis.

Namun apa dinyana, pergi ke dokter membuat gempar seisi keluarga. Kehidupan mereka tiba-tiba berubah saat seorang Ibu berinisial “K” yang didampingi seorang suami berinisial “ISN” dikasih tw ma dokter klo “K” sedang mengandung. Terkaget-kagetlah kedua makhluk Tuhan itu. Mengetahui hal itu, mereka yang sepertinya puas dengan 3 anak saja,  sepakat untuk menggugurkan janin tsb. Tapi takdir berkata lain.. Sang dokter yang baik hati dan tidak sombong itu menyarankan agar sang Ibu tidak aborsi karena janinnya telah 5 bulan di dalam kandungan.

Bagaimana bisa seorang Ibu tak tahu adanya janin dalam rahimnya? Mungkinkah pengalaman membuat sang Ibu tidak merasakan gejala apapun pada bulan 1. Atau mungkinkah sang Ibu berpikir bahwa ia tidak akan punya anak lagi.. Yah tak taula ak, bagaimana hal itu bisa terjadi. Mungkin mereka belum mendengar cerita bahwa ada istri seorang nabi yang punya anak saat berusia tua…

Yah yang penting pada akhirnya ortu itu mengikuti saran sang dokter wlo terdengar seolah-olah janinnya g diarepin. Tapi betapa mulianya suami-istri itu udah ngambil sebuah keputusan yang sangat sangat bijaksana..

Beberapa bulan kemudian…

Pada tanggal 3 Juni 1993, lahirlah anak ke-4 dari hubungan suami-istri itu. Mereka pun senang bahwasanya anaknya lahir dengan slamet. Saking bersyukurnya mereka kpd Allah SWT atas anugrah yang telah diberikan padanya, mereka pun membuat syukuran. Dan bancaan pun disebarkan ke seantero kampung.

Keluarga mereka pun menjadi lengkap dengan adanya anak ke-4 yang lahir dengan jenis kelamin perempuan. Yang lagi-lagi cwe.. (batine kluargane kale yee..) Abisnya udah 2 cwe dan 1 cwo yg dikeluarkan dari rahim sang Ibu. Masa cwe lagi c. Tapi mereka bangga karna anaknya sehat dsn luthu buangett (smoga j kyk gtu. hehe..)

Anak itupun tumbuh dengan nama Widya Wijayanti yang melekat di dadanya. Didapatnya nama itu pun dari kerabat dekat sang ortu. Mungkin ortu g sanggup lagi mikir dan nyari nama yang bagus bwt anak itu. Hm.. Ortuku g kreatif ne.

Tapi jangan salah, aku bangga banget mjadi seorang Widya Wijayanti. Wlo namanya pasaran c.. Tetep aja kelebihanku yang positive thinking.. Membuat ak bepikir.. Ne misal y klo ad yang mw nyantet ak. Aku kan bisa terhindar cz banyak Widya Wijayanti di luar sana. Trus aku pernah liat di tipi yg namane Widya Wijayanti tu berembel-embel insinyur (Ir). Keren g tu.. Tapi malesny.. Lebih banyak lagi Widya-Widya yg laen. Jadi bingung ak klo dipanggil. Pas ada yang manggil Widya gitu, ak kan nengok. Eh ternyata temenku yang atu, yang dimaksud. Gondok toya! Pas dipanggil lagi aku g nengok, ternyata temenku bener-bener manggil aku. Ak disangkany budeg. Hadu! Serba salah jadinya.

Ne y.. Aku pnya pglaman lucu pas SD. Papaku ke sekolah wat ngambil rapor. Nah tu rapor ketuker ma temenku yang namane Widyaningrum. Panggilannya sih Arum. Trus aku telpon dy deh, aku ngomong klo rapor kita ketuker. Trus kita saling tanya-tanya tentang nile rapor masing-masing.

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment